Seburuk Apapun Dia, Sama Saja Derajatnya Disisi Allah

Motivasi hidup yang mesti kamu telusuri, begitu banyak orang-orang yang masih dalam keterbatasan, jangan pernah kamu ejek ataupun menjadikan orang itu babu kamu, karena bukan itu tujuan hidup.

Sekian banyak manusia yang lahir setiap hari, dan meninggalkan setiap detik, banyak yang tidak kita ketahui, bahwa nyatanya banyak orang yang jauh lebih buruk dari kita, hal ini tentu saja tidak bisa membuat kamu terus mengeluh akan kehidupan kamu.

Mungkin kamu pernah bertemu dengan orang yang jauh lebih buruk dari kamu, atau bahkan kamu mempunyai seorang teman yang hidupnya tidak seperti kamu, dan kamu sering sekali mengejek ataupun merendahkan dia, apakah hal ini boleh kamu lakukan?

Tidak, mengejek dan merendahkan orang yang lebih rendah dari kita itu tidak boleh, dan dilarang dalam ajaran, apalagi kamu pernah sekolah, pasti kamu tahu bahwa manusia tidak boleh merendahkan orang yang lebih rendah darinya, apalagi pada pelajaran Agama Islam, pasti sering ada pelajaran tersebut.

Maka, saat kamu melihat orang yang lebih rendah dari kamu, atau bahkan buruk, jangan kamu sesekali mengejeknya, dan jangan sesekali merendahkannya, karena itu sama saja kamu merendahkan diri kamu sendiri, dan mengejek diri kamu sendiri.

Kenapa? Ingat! Manusia hidup dengan yang paling sempurna, manusia memiliki derajat yang sama disisi Allah yang mestinya kamu sudah tahu tentang hal ini. Ini adalah motivasi hidup yang mestinya kamu pahami, kalau tidak paham, berada tulisan ini harus saya update kembali, agar mudah dipahami maksud dan tujuannya.

Dari maksud yang saya tulis ini, hanya untuk memberikan sebuah motivasi bagi kamu, agar bisa saling menghargai satu sama lain, walaupun kehidupannya berbeda, karena tidak semua orang sama.

Bagi kamu yang sering mengejek temannya karena jauh lebih rendah dan lebih buruk dari kamu, mulai sekarang hentikan hal tersebut, karena itu tidak akan membuat kamu tenang, lambat laun, kamu akan merasakan apa yang teman kamu rasakan akan melakukan kamu kepadanya.

Keburukan bukan berarti harus di rendahkan, rendah bukan berarti harus selalu menjadi babu, karena manusia memiliki derajat yang sama, manusia terlahir dengan cara yang sama, dan manusia akan merasakan ajal yang sama suatu saat nanti, walaupun kehidupannya berbeda.

Karena pengalaman saya waktu masih duduk di bangku sekolah, saya merupakan orang yang paling rendah dan paling buruk, teman-teman pun selalu mengejek dan menjadikan saya sebagai babu, tapi saya tidak melawan, karena suatu saat pasti akan terbalaskan.

Apa yang dulu pernah saya rasakan dari teman sekolah saya, teman yang selalu mengejek saya pun sekarang merasakan apa yang dulu saya rasakan, karena ulahnya selalu merendahkan orang yang lebih rendah darinya, kini dia jauh lebih buruk dari temannya yang selalu dia buly waktu dulu.

Hal tersebut terjadi, karena hidup tidak selamanya indah, hidup pasti akan berputar, harta adalah titipan sang kuasa yang hanya bersifat sementara kita miliki, banyak yang telah menjadi bukti akan hal tersebut, seperti pada teman saya dan pada orang-orang yang dulu selalu meremehkan orang yang rendah darinya, bahkan orang baik pun pasti akan mengalami hal tersebut.

Rupawan adalah anugerah yang bukan untuk di pamerkan, namun hanya untuk dinikmati dan terus bersyukur kepada Allah SWT, agar apa yang kita dapatkan tetap bertahan dalam kehidupan kita, ibadah dan rasa syukur yang akan mengiringi langkah kehidupan kita semua.



Nurdin Albantani

Motivasi hidup untuk menjadi lebih baik, bukan seorang penulis profesional hanya sekedar penulis yang masih belajar dalam mengembangkan karya

Tulisan Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.