Dua Bulan Belum Di Gaji Dari Perusahaan

dua bulan belum gajian

Hati bimbang karena banyak utang, kasbon di warung sudah tak terhitung, kerja tanpa patah semangat setiap hari, hanya hari munggu saja liburnya, dalam seminggu libur sekali, hal ini membuat badan mudah lelah.

Orang-orang kerja cuma 5 hari, sabtu-minggu libur, memang hal itu berbeda ya karena jabatannya beda, aku bisa apa? Aku cuma seorang Cleaning Service di salah satu Rumah Sakit di Banten. Berharap dapat kenyamanan, tapi malah ketidak karuan hati terus menangis.

Kerja lelah namun pantang menyerah, tak ada kata ngeluh untuk mendapat sepeser rupiah, dan ternyata yang ada malah nambah beban, berharap tidak membebankan orang tua, ini malah setiap hari jadi beban orang tua, mau berangkat kerja, minta duit sama orang tua untuk beli bensin, sehari 10 rebu, sedangkan jaraknya dari rumah ke RS mencapai 30 lebih kilometer, setengah jam untuk sampai disana.

Ingin sekali rasanya aku menangis, tapi aku malu sama anak kecil, curahan hati ini sengaja aku curahkan karena aku sedang melamun mikirin banyak utang di warung bekas kasbon makan, kapan aku bisa menikmati indahnya hidup?

Tidak, aku tidak berfikir itu karena aku tahu hidup penuh dengan perjuangan.

Bekerja bagai Kuda, dua bulan belum di gaji, Agustus – September, mana gaji kami? Cleaning Service adalah pekerjaan aku dan kawan-kawan aku saat ini, pekerjaan yang penuh dengan semangat, pekerjaan yang sangat mulia membersihkan kotoran dan buang sampah bekas orang lain, bahkan darah bekas orang terluka.

Penyakit, sudah bersahabat, sering sakit, sudah biasa, betapa pedihnya hidup aku ini kalau diceritakan, baru kali ini aku bercerita di blogku mengenai kepahitan hidupku ini, mungkin mulai sekarang dan seterusnya aku sering-sering bercerita di blog ini mengenai kehidupan dan aktivitasku.

Renungan ku melihat bintang, tapi sayang bintang pergi karena awan hujan datang, namun hujan tidak pula turun, sedih hati ingin menangis yang aku rasakan, entah kenapa, aku di pekerjakan tanpa upah, kenapa begitu? Aku sudah bilang, dua bulan aku belum di gaji.

Kenapa gak ngadu? Sering sekali ngadu kepada pihak rumah sakit, akan tetapi mereka selalu bilang bahwa mereka sudah memberi gaji CS kepada PT yang memegang CS, ya kami bekerja di pegang oleh yayasan atau PT yang tidak aku sebutkan nama PT nya.

“Pak, kapan gaji kami turun, sudah satu bulan ini kami belum menerima gaji”, Tanya kami kepada pihak Rumah Sakit bulan kemarin setelah satu bulan gaji belum turun.

“Kami sudah memberikan gaji kalian, sejak tanggal 4 September, memangnya kalian belum menerima gaji?” Jawab dan tanya pihak Rumah Sakit.

“Iya pak, gaji kami bulan agustus belum kami terima”, Jawab teman aku.

“Astagfirullah, padahal saya sudah memberikan gaji kalian sejak tgl 4, tapi kok kalian belum menerima juga, ya Allah, bener-bener”. Katanya.

Mereka memang sudah memberikan gaji kami kepad apihak Perusahaan yang memegang kendali kami, meskipun kami bekerja di Rumah Sakit, tapi sayang pihak perusahaan tidak memberikan kami gaji, kemana uang sebesar itu?

Kemudian katanya pertengahan bulan september gaji akan turun, tapi sayang bulan sudah berganti, gaji belum kami terima, alhasil dua bulan gaji kami belum turun sampai saat ini (tertulis tanggal 4 Oktober) Coba kalian bayangkan, dua bulan kami belum menerima gaji.

Aku malu kepada Mas Oma, pemilik warung, Pak Oleh, penjual bensin, sudah tak terhitung jumlah hutang saya di kedua orang itu, ke Mas Oma saja saya makan perhari 10 ribu, di kali dua bulan berapa tuh? Kalian jumlahkan saja.

Kalau kalian mau tahu gaji aku dan teman aku berapa, kami hanya mendapat gaji Rp. 900 ribu perbulan, ya cuma sembilan ratus, apa itu cukup? Jawabannya “Nombok”.

Sekarang aku akan bercerita, gaji 900, di bagi bensin 10 rebu per hari, kali 30 hari , 300 rebu, tambah makan 10 rebu kali 30 jadi 300 rebu, nah, 600 rebu gaji kepotong dan cuma nyisa 300 rebu doang, bukan lagi beli R**ok 15 rebu karena saya perokok, nombook gak tuh?

Untuk saja saya di rumah sendiri, coba kalau kudu ngontrak, punya apa? Berharap memiliki tabungan, eh inimah malah nyesek, tiap bulan nombok mulu.

Sampai saat ini gaji (jadi dua bulan, bulan September sama Oktober) Belum turun juga, ingin hati berhenti bekerja melihat pekerjaan yang gak karuan dan gaji yang sangat kecil, tapi aku bingung harus kerja dimana? Ngeblog pun masih harus banyak belajar, yah ini curhatan sedih ku dengan kehidupan yang aku alami sekarang ini.

Kenapa enggak mogok aja? Bukannya tidak mau, tapi kami rasa itu hal salah, ya kami ngerti pihak Rumah Sakit tidak mau tahu karena mereka sudah memberi upah hasil keringat kami yang setiap hari membersihkan area Rumah Sakit dan mencucurkan keringat tanpa terhenti.

kami tidak bisa apa-apa, karena memang jabatan kami paling rendah, tapi, apa mereka yang lebih tinggi berhak menyepelekan kami? Sedangkan pekerjaan kami sangat mulia, ntahlah, ini lah hidup, banyak sekali beban, tapi aku yakin Allah tidak tidur, mereka yang rakus akan di balas oleh Allah dengan sepenuhnya, aku percaya itu.

Satu lagi yang membuat aku lebih sedih, aku belum bisa membuat orang tua bahagoa, boro-boro ngasih uang sama orang tua, bayar utang bekas kasbon aja gak cukup malah nombok. Boro-boro nyenegin orang tua, ini mah malah nyusahin orang tua tiap pagi harus ngasih duit, sedangkan orang tua juga sama tidak punya pekerjaan yang cukup, cuma tani dan ibu rumah tangga yang penghasilannya gak ada apa-apa, bahkan serba tidak kecukupan.

kenapa enggak berhenti bekerja, dan nyari kerjaan yang lain? Dikampung aku itu susah banget mencari kerja, dan jika aku berhenti kerja aku pasti ngerantau lagi ke Kota, sedangkan orang tua enggak mau aku dalam rantauan, mereka ingin selalu aku ada dikampung, begitupun dengan aku yang tidak mau jauh dari hangatnya kelaurga terutama ibu dan bapak.

Itu alasan aku bertahan meskipun kerjaan gak karuan, cuma ngebebanin tapi… Doaku selalu berharap untuk bisa meninggalkan pekerjaan itu dengan sukses ngeblog, makanya meskipun aku sibuk kerja, tapi aku selalu semangat dalam menjalankan aktivitas ngeblog tanpa mengganggu pekerjaan, makanya setiap kali aku nulis artikel pasti malam atau sore, atau di jadwal, karena siangnya kerja.

Sampai saat ini aku masih menunggu gaji itu (inget lagi sama gaji yang belum di bayar dua bulan), dapet kabar lagi, katanya besok (tertulis tanggal 5 oktober 2018) dan kemarin aku dapet kabar lagi katanya tanggal 10 oktober, kok di ubah-ubah, ini perusahaan apa gimana maksudnya, nganggap kami robot yang kerja tanpa di kasih upah?

Setiap kali kami menghubungi manager dan direktur, yang kami dapatkan janji mulu, tanggal ini, diundur lagi di undur lagi, mungkin saja selamanya kami tidak di gaji? Kenapa sih masih banyak orang yang rakus? Padahal dunia sudah sempit dan sudah tidak bersahabat dengan manusia, buktinya sekarang banyak bencana dahsyat, tapi mereka belum juga bertobat, apa gak tahu yang namanya “Dosa” ntahlah.

Manusia memang seperti itu, dikasih hati minta jantung, dikasih kesempatan malah berulah kembali, dikasih ujian malah lebih parah, hmm bingung aing jadina lah.

Sabar aja din dan kawanku, insa allah, allah akan membalas itu, mereka sekarang boleh menginjak kita, gaji yang tak beraturan sedangkan kerja banyak aturan apalagi kerja di pemerintahan yang jabatannya paling renda bahkan super rendah, boleh mereka sekarang seperti itu, ingat bahwa hidup manusia berputar, roda kehidupan berputar, ingat lagu bang Charly, (Dunia Pasti berputar).



Nurdin Albantani

Motivasi hidup untuk menjadi lebih baik, bukan seorang penulis profesional hanya sekedar penulis yang masih belajar dalam mengembangkan karya

Tulisan Terkait

6 Comments

  1. kalau 2 bulan udah kelewatan sih, harusnya itu memang dilapor lho. bisa bikin laporan di lapor.go.id

    kalau saya mah ga akan tahan digituin mas, demo kalau bisa. karena gaji adalah hak pekerja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.