Curhatan Saya Atas Gempa Yang Terjadi Di Banten

Curhatan saya sebagai warga kabupaten Lebak, Banten, yang baru saja mengalami peristiwa buruk yang menyakitkan, dimana ada gempa bumi di Provinsi Banten, tepatnya di kampung Cekdam, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Lebak-Banten, ya pada tanggal 23 Januari 2018 pukul 13:34 adalah gempa bumi yang lumayan dahsyat berkekuatan hingga 6.4 Skala Richter, saya mau bercerita sedikit tentang gempa yang baru saja saya alami ini.

Bahkan, gempa tersebut masih berlanjut, gempa susulan masih terjadi hingga tanggal 24 hari ini, mungkin besok juga masih lanjut, tapi mudah-mudahan saja gak ada lagi. Kemaren saja gempa bumi terjadi 5 kali pada siang hari, dan malam harinya terjadi lagi hingga 5 kali, tadi siang ada lagi 2 kali, untungnya walaupun banyak rumah tetangga saya menjadi korban guncangan bumi ini, namun Alhamdulillah gak ada korban luka maupun korban jiwa pada gempa yang terjadi di Banten ini.


Di Provinsi Banten, guncangan gempa bumi terjadi di 2 kabupaten, yakni Lebak dan Pandeglang, namun walaupun pusat gempa tersebut di 2 kabupaten di Banten, tapi gempa bumi di tahun 2018 yang baru saya alami ini terasa hingga Jakarta dan jawa barat.
Di jawa barat saja, gempa bumi yang berkekuatan sama katanya ada di 2 kota, yakni Sukabumi dan Cianjur, akan tetapi kabar tersebut saya dapatkan dari media televisi saja, belum tahu iya apa enggaknya.

Namun, pusat gempa yang berkekuatan 6.4 SR ini berpusat di kabupaten Lebak, dan karena kampung saya dekat sekali dengan lautan, maka kampung saya yang paling parah kena gempa bumi tersebut. Saya sengaja mencatat peristiwa yang baru saya alami seumur hidup ini, dan saya publikasikan di blog saya sebagai bahan story saya untuk kejadian yang membuat saya goyah.

Ya, seumur hidup saya baru ngalamin peristiwa yang membuat orang berlarian ke luar rumah, setelah gempa berakhir, saya langsung hubungi kakak saya yang lagi merantau di Jakarta. Anehnya, hal seperti ini masih saja dibuat candaan oleh orang-orang nakal yang tak bertanggung jawab. Ya, mereka malah menakut-nakuti warga daerah saya, dengan memberikan kabar hoax/bohong.

Dimana, mereka memberikan kabar, katanya pada pukul 22:00-14:59 akan terjadi lagi gempa susulan, yang mencapai guncangan hingga 7,5 Skala Richter, yang lebih kencang lagi dari guncangan yang pertama. Tentu saja kabar tersebut membuat saya dan warga sini pada ketakutan.

Tapi, saya sengaja gak tidur karena ingin membuktikan, apakah kabar tersebut asli atau palsu, setelah saya menunggu hingga pukul 03:00 tanggal 24 Januari, tapi nyatanya gempa susulan yang katanya lebih tinggi dari siang, gak ada. Setelah paginya saya nonton TV, untungnya listrik nyala setelah pagi hari, dan benar, bahwa BMKG tidak memberikan kabar tersebut, kabar itu hanyalah hoax, kabar bohong semata, yang dilakukan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk menakut-nakuti warga yang menjadi korban guncangan bumi.

Saya heran, kenapa peristiwa yang membuat warga jadi hampir gak bernyawa ini malah di buat main-main, padahal ini akan mengakibatkan kehilangan nyawa, karena guncangan bumi yang dahsyat.

Kembali lagi ke topik pada curhatan saya ini, dimana beberapa rumah di kampung saya ambruk jadi rata, ada 2 rumah dan tempat ibadah dikampung saya menjadi rata akibat guncangan bumi ini. Rumah Samsuri dan Muhammad Rohman, merupakan 2 Rumah yang runtuh akibat guncangan bumi tersebut, Alhamdulillah rumah keluarga saya gak mengalami ambruk, karena masih dibuat dari kayu.

Bahkan musholla pun menjadi runtuh akibat gempa yang terjadi ini, namun untungnya mushola hanya gentengnya saja yang runtuh, ada bebrapa genteng yang hancur karena guncangan tersebut.

Selain di kampung saya, di kampung tetangga sayapun banyak rumah yang runtuh akibat gempa yang baru saja terjadi di Banten ini, alhasil banyak sekali rumah-rumah warga Banten yang rata dengan tanah. Tapi Alhamdulillah, sampai saat ini, masih belum di kabarkan bahwa adanya korban jiwa akibat peristiwa yang mematikan ini.


Pada kejadian peristiwa gempa bumi tersebut saya dirumah mencari-cari topik untuk nulis di blog ini, akan tetapi saya gak menemukan topik apa yang mau saya tulis, tapi setelah beberapa menit setelah saya mencari topik, suara tanah pun terdengar sangat keras, guncangan bumi yang membuat saya menjadi gemetaran, hanya berdoa meminta kepada Allah agar diberikan keselamatan bagi keluarga saya dan semua warga yang kena musibah ini.

Saya langsung loncat keluar rumah, ibu saya pun langsung keluar, dan adik saya di rumah tetangga saya langsung di ambil oleh ibu saya. Waktu itu, bapak saya gak ada, ia di sawah, saya kahwatir dengan bapak saya, karena dia sendiri, tapi Alhamdulillah bapak dan keluarga saya selamat, juga semua tetangga saya.

Meskipun kejadian ini telah terjadi, akan tetapi warga diharapkan untuk tetap waspada, karena takut ada gempa susulan, yang katanya Gempa susulan akan terus mengguncang Banten hingga 30 Januari mendatang (hanya perkiraan, dan informasi dari teman saya). Maka, saya himbau untuk tetap waspada, dan terus berdoa meminta perlindungan kepada Allah SWT.

Dan semoga kejadian ini membuat kita sadar akan hal, bahwa hidup gak selamanya indah seperti yang sering saya singgung di artikel-artikel sebelumnya. Dan ini merupakan ujian dan cobaan dari Allah, tentu saja gak ada orang yang disalahkan, cukup menyalahkan diri sendiri saja, karena perbuatan kita yang akan menolong kita.
BERIKAN KOMENTAR ()