Kami Tidak Menyembah Ka'bah

Islam adalah agama yang dimuliakan oleh Allah SWT, islam merupakan agama yang di turunkan kepada nabi Muhammad melalui wahyunya. Pusat agama Islam yaitu ada di Mekkah, dimana di mekkah ada bangunan kotak yang tidak di buat oleh manusia, melainkan di buat langsung oleh Allah SWT, yaitu kakbah. Kakbah merupakan salah satu patokan kiblat untuk agama islam, tetapi banyak non Muslim mengatakan bahwa umat Islam ibadahnya menyembah Ka'bah.
Foto @ beritamotivasi7.blogspot.com


"Agama Islam tidaklah menyembah Ka'bah, melainkan allah yang kami sembah, kami beribadah untuk Allah semata".
Lalu kenapa ketika ibadah menghadap ke Ka'bah? Bukankah berarti itu menyembah Ka'bah?
Tidak, coba di pikirkan terlebih dahulu, jika kami menyembah Ka'bah, lantas kenapa Ka'bah kami hanya satu hanya ada di mekkah, tidak seperti agama lain yang mereka sembah ada dimana-mana. Kami tidak menyembah Ka'bah, kalau kami menyembah Ka'bah berarti harusnya di setiap rumah ada dong Ka'bah, ini tidak ada kan? Bahkan ummat Islam rela berbondong-bondong ke mekkah hanya untuk mengunjungi Ka'bah dan melaksanakan kewajiban yang di wajibkan oleh Allah SWT, yakni melaksanakan rukun Islam yang ke 5.


Kita lanjut ke pertanyaan di atas
Kami menghadap ke Ka'bah karena Ka'bah itu patokan arah shalat untuk agama islam, yakni arah kiblat, itulah kenapa kami ibadah menghadap ke Ka'bah, bukan berarti kami menyembah Ka'bah, melainkan Allah yang kami sembah.
Dan ketahuilah, Ka'bah itu bukan buatan manusia, tidak seperti agama lain, misalkan patung, orang yang menyembah patung, patung tersebut di buat olehnya, dan mereka percaya bahwa patung pembawa berkah, makannya di sembah. Beda dengan agama kami yang hanya percaya kepada allah semata, kami tidak menyembah Ka'bah, dan Ka'bah pula bukanlah buatan manusia, tetapi langsung hidayah dari Allah SWT. Ya, Ka'bah merupakan kotak yang kami kagumi, karena patokan arah shalat kami, dan Ka'bah di buat oleh Allah SWT, bukanlah buatan Manusia, maka dari itu jangan berkata bahwa kami menyembah Ka'bah.
Dulu, Ka'bah letaknya tidaklah nempel langsung ke bumi, melainkan tergantung  tanpa ada penyangga, sebelum di tempelkan ke bumi Ka'bah itu yang kami tahu dalam sejarah pada Al-Quran dan alhadis, Ka'bah letaknya tergantung tidak menempel ketanah, itulah kebesaran dan kekuasaan allah.

Ummat manusia non muslim banyak yang mengatakan bahwa islam menyembah Ka'bah, tetapi kenyataannya itu tidak, seperti yang saya bilang tadi Ka'bah adalah patokan arah shalat kami, yang dikatakan kiblat shalat agama kami.

Saya menulis artikel tentang Ka'bah ini karena saya pernah mendapatkan kicauan dari seorang non muslim, ia berkata sangat keras bahwa kami menyembah Ka'bah, tapi nyatanya itu tidak, kalau kami menyembah Ka'bah berarti Ka'bah ada dimana-mana dong. Beda keyakinan beda pemikiran, beda agama beda kepercayaan.

Pesan dari saya
"Jangan pernah menghina atau merendahkan agama kami, seperti kami yang tak pernah menghina agama kalian, kita sama-sama saja ya sob, kita lakukan kebhineka tunggal ika kita, berbeda-beda tapi tetap satu, karena kita Indonesia. Agamamu ya agamamu agamaku ya agamaku , kita sama-sama saling menghargai kepercayaan masing-masing"
BERIKAN KOMENTAR ()